Di sekolah menengah tentu ada guru Bimbingan dan Konseling (BK). Terlebih dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, BK punya peranan penting. Melansir laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Jumat (8/7/2022), berikut ini penjelasan mengenai pentingnya bimbingan dan konseling bagi siswa. Dalam Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru BK untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik dalam mencapai kemandirian dalam kehidupannya. Baca juga: Sejarah Bank Indonesia, Siswa Sudah Paham? Jika dikaitkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, maka peran layanan bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka adalah sebagai koordinator dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing). Serta memfasilitasi perkembangan peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal. Sekolah Bahagia Artikel Kompas.id Selain itu, Bimbingan dan Konseling juga menjadi bagian dalam penyusunan perencanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Adapun guru mata pelajaran dan tenaga pendidik dapat berkolaborasi menjalankan peran Bimbingan dan Konseling dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik. Terlebih dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, peran layanan bimbingan dan konseling untuk memfasilitasi potensi peserta didik diharapkan tidak hanya dilakukan oleh guru BK namun juga dapat dilakukan oleh Guru Mata pelajaran/Tenaga Pendidik. Berikut ini layanan Bimbingan Konseling yang bisa diberikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: 1. Bidang Layanan Pribadi Memberikan layanan pada peserta didik yang memiliki masalah dan perlu ditangani secara khusus. Pendidik bertindak aktif mendengar dan memberi tanggapan yang tepat saat peserta didik berkonsultasi baik di dalam maupun luar kelas. Baca juga: Siswa SMP, Kemendikbud Jaring Bibit Emas Pesepak Bola Lewat GSI Pendidik juga dapat mengajak siswa berdiskusi dan membantu memahami potensi diri dengan menemukan kelebihan dan kelemahan serta memberikan dukungan kepada siswa agar mampu mengembangkan potensi demi mencapai kesuksesan. 2. Bidang Layanan Belajar Untuk mengenal potensi diri itu, setiap siswa dalam kegiatan belajar mengajar, guru mata pelajaran maupun guru BK dapat melakukan asesmen. Guru mata pelajaran bisa melakukan asesmen kognitif sebelum memulai pelajaran dan memanfaatkan hasil asesmen untuk membuat strategi pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kesiapan belajar dan profil peserta didik. Sedangkan bagi guru BK/konselor, hasil asesmen non kognitif dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan program Bimbingan dan Konseling sehingga dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling sesuai karakteristik siswa. 3. Bidang Layanan Sosial Sedangkan bimbingan konseling bidang layanan sosial dilakukan untuk membantu peserta didik memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara peserta didik dan lingkungannya. Baca juga: Siswa SMP, Ini Lho Cara Bermedia Sosial yang Baik dan Positif Untuk mewujudkan hal itu, pendidik dapat mengenalkan keberagaman latar belakang sosial budaya serta nilai dan norma yang berlaku. Pemahaman peserta didik mengenai kesetaraan juga dapat dipupuk dengan memberikan kesempatan yang sama pada tiap siswa. Jika terjadi konflik antar peserta didik, pendidik harus mampu menjadi penengah yang bijaksana. Rasa tanggung jawab dan semangat kolaborasi juga dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan sosial atau kegiatan kolaboratif di lingkungan sekolah. 4. Bidang Layanan Karir Tak hanya itu saja, BK juga bisa untuk memberikan pemaham sepurar dunia karir atau kerja pada siswa. Layanan ini untuk membantu mengidentifikasi minat dan bakat peserta didik dengan asesmen non kognitif sebagai persiapan untuk merencanakan karir. Meski pun layanan ini lebih banyak diberikan pada peserta didik jenjang SMA/K, namun pendidik jenjang SMP juga dapat membantu peserta didik membuat rancangan karirnya sejak dini. Pada jenjang awal SMP, Guru Bimbingan dan Konseling melakukan asesmen non kognitif berupa Tes Kecerdasan potensi anak. Selanjutnya, pada jenjang kelas VIII, Guru BK bisa mulai menggali ketertarikan siswa dengan menanyakan profesi yang diminati beserta alasannya. Baca juga: Begini Cara Guru dan Siswa di Makassar Atasi Limbah Organik Di stage akhir yaitu kelas IX, Guru BK bisa memandu peserta didik merancang karir dengan menentukan pilihan sekolah lanjutan.
Song
SEARCH
LATEST
3-latest-65px
SECCIONS
- 10 Cara Agar Fokus Belajar (1)
- 5 Cara Belajar Efektif dan Efisien untuk Anak SMP (1)
- 6 Alasan Mengapa Sekolah itu Penting (1)
- Bantu Tingkatkan Minat Baca Siswa (1)
- BULLYING DI SEKOLAH: MENGHADAPI TANTANGAN (1)
- Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (1)
- Cara untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat (1)
- GALERI SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
- INFORMASI LAIN SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
- Kabupaten Jember (1)
- Mencegah Siswa Melakukan Kekerasan: Peran dan Strategi Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman (1)
- MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG AMAN (1)
- Menerapkan Sikap Pelajar Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari (1)
- Pendidikan Kewarganegaraan Sangat Penting Membentuk Karakter Siswa (1)
- Pentingnya Bimbingan Konseling bagi Siswa SMP (1)
- Pentingnya Kedisiplinan Siswa Di Sekolah (1)
- Pentingnya Pengaruh Teman Sebaya dalam Proses Pembelajaran (1)
- Peran Penting Sekolah Menengah Pertama (1)
- PPBDB & Biaya Masuk UNIT Pelaksana Teknis Daerah (uptd) Satuan Pendidikan SMPN 1 Sumberjambe (1)
- PROFIL SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
- Program Literasi Sekolah SMP (1)
- RUANG KELAS SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
- STRUKTUR DATA SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
- Struktur Kurikulum Merdeka Belajar SMP (1)
- UPTD Satuan Pendidikan SMPN 1 SUMBERJAMBE (1)
Diberdayakan oleh Blogger.
Struktur Kurikulum Merdeka Belajar SMP
Penerapan kurikulum merdeka di sekolah sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan pembelajaran setelah terjadinya wabah pandemi co...
Cari Blog Ini
Arsip Blog
- Juni 2024 (22)
-
STRUKTUR DATA SMPN 1 SUMBERJAMBE ,Sebagai Berikut : Berdasarkan Agama Total : 597 Islam Kristen Katholik Hindu Budha Kong Hu Chu Lainnya 58...
-
Profil UNIT Pelaksana Teknis Daerah (uptd) Satuan Pendidikan SMPN 1 Sumberjambe Berikut adalah profil dari sekolah UNIT Pelaksana Teknis Dae...
-
Sekolah Menengah Pertama (SMP) memegang peran vital dalam membentuk fondasi pendidikan siswa. Pada tahap ini, siswa tidak hanya mendapatka...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar